Minggu, 18 Agustus 2013

Waktu antara fakta dan Misteri

Posted by Unknown | 08.58 Categories:
JaMMati: Sebagai "Ukuran Waktu" sudah lazim kita mengenal jam sebagai ukuran standar yang di amini hampir sebagian besar penduduk bumi, tetapi ketika kita menelisik jauh ke belakang dimana saat itu berabad-abad lamanya manusia tidak mengenal jam sebagai suatu ukuran waktu apa yang terlintas dalam benak kita?


Saat ini ketika suatu saat jam dirumah kita atau jam tangan kita maupun jam di gadget mati atau macet, kita segera memperbaiki atau secepatnya mencari solusi supaya ia hidup kembali, karena dengan jam itulah kita mengenali waktu. tetapi apakah "waktu" itu adalah menurut Jam? atau stop watch dan sejenisnya? bagaimana jika tidak ada Jam? tidak ada stopwach atau penunjuk waktu lainnya ? percayakah kita akan adanya waktu? lantas apakah "waktu" itu?

Ruang dan waktu

Teori Albert Einstein, mengatakan bahwa dalam perhitungan-perhitungan ilmiah, manusia tidak hanya berurusan dengan tinggi, lebar dan panjang; melainkan juga dengan satu dimensi lain, yaitu waktu. Hidup ini terasa lama karena manusia terikat oleh ruang dan waktu dan terikat pada pola Logika Manusia.
Apakah ruang itu?

Secara ilmiah, ruang adalah tempat di mana benda-benda berada. Terikat oleh panjang,lebar,tinggi dan luas. Kalau Anda berada di kamar tidur, maka kamar tidur itulah ruang. Kalau Anda di dalam gerbong kereta api, maka gerbong itulah ruang. Kalau Anda jadi astronout, maka angkasa adalah ruang.

Misteri ruang

Ada misteri logika tentang ruang. Kita sering mendengar kalimat “langit yang tak terbatas” dan “langit berkembang terus”. Kalau tak terbatas, lantas sampai di mana batas langit? Kalau langit berkembang terus, berkembang ke arah mana? Adakah langit di atas langit? Adakah ruang kosong sesudah langit? Bagaimana bentuk fisik ruang?

Apakah waktu itu?

Kalau Anda berangkat dari rumah pukul 07:00 WIB dan sampai di kantor pukul 09:00 WIB, maka Anda menempuh waktu 2 jam. Itulah waktu, yaitu perpindahaan saat ke saat yang lain.

Misteri waktu

Namun, bagaimana bentuknya waktu? Bagaimana warnanya waktu? Logika Manusia tak mampu menjawabnya. 

Konsekuensi ruang dan waktu

Kalau Anda meninggal pada usia 80 tahun, maka Anda akan mengatakan hidup Anda cukup lama.

Konsekuensi terikat oleh ruang dan waktu, maka segalanya akan mengalami proses. Dari tumbuh, berkembang menjadi mati. Dari baik menjadi tidak baik atau rusak. Dulu tampan berubah menjadi ompong peot. Dulu cantik menjadi tidak cantik.

Hidup di ruang angkasa
Itu kalau Anda hidup di bumi yang terikat oleh hukum gravitasi yang membuat proses penuaan dan kehancuran menjadi lebih cepat. Namun, jika Anda tinggal di planet yang terjauh dari bumi, di sebuah galaksi lain yang jauh dari bumi, maka ruang dan waktu mempunyai kualitas yang berbeda. Manusia bisa awet muda dan waktu berjalan terasa begitu lambat. Ketika saudara Anda di bumi telah berusia 100 tahun, maka di planet terjauh itu umur Anda baru 50 tahun atau bahkan 25 tahun.

Tidak terikat ruang dan waktu

Artinya, semakin kita menjauh dari bumi, maka kita semakin melepaskan diri dari ruang dan waktu. Dengan kecepatan cahaya, kita akan sampai ke langit terjauh. Jauh,jauh dan di luar ruang dan waktu adalah ruang dan waktu abadi yang sebenarnya tak terikat oleh ruang dan waktu. Ada yang mengatakan itulah sorga dan neraka. Dimensinya sangat berbeda dengan dimensi kehidupan di bumi. Dan Logika Manusia tak mampu menjangkaunya.

Dimensi Waktu

Lewat bukunya yang berjudul “A brief history of time: Sejarah Singkat Waktu”, Stephen Hawking memberi informasi penting mengenai bagaimana alam semesta bermula-–dan apa yang memulainya?  Adakah ujung alam semesta, dalam ruang maupun waktu? Adakah dimensi lain dalam alam semesta? Apa yang terjadi ketika alam semesta berakhir? Semua di bahas dalam buku setebal 203 halaman tersebut. Sehingga setelah membaca buku ini kegamangan mengenai konsepsi alam semesta yang meliputi ruang dan waktu mulai mendapati titik cerahnya.

Dalam bukunya itu hawking memasukkan kemajuan teoretis dan pengamatan. Ia jabarkan kemajuan yang di capai akhir-akhir ini dalam menerima “dualitas” atau korespondensi antara teori-teori fisika yang sepintas tampak berbeda. Juga hasil dari pengamatan pengukuran fluktuasi radiasi latar gelombang mikro kosmik oleh COBE (Satelit Cosmic Background Explorer) dan kolaborasi lainya. 

Pada umumnya para ilmuan dala
m menjabarkan alam semesta biasanya berdasarkan dua teori dasar yang menjelaskan sebagian –teori relativitas umum dan mekanika kuantum. Tapi sayangnya ke dua teori ini tidak konsisten satu sama lain –tak mungkin benar kedua-duanya. Oleh karena itu, buku ini hadir dengan tujuan mencari teori baru yang akan mencakup keduanya sebagai satu teori pamungkas yang menjabarkan seluruh alam semesta.

Dengan hadirnya buku “A brief history of time : sejarah singkat waktu”  membawa pemahaman baru akan konsepsi ruang dan waktu sekaligus merupakan revolusi intelektual terbesar pada abad keduapuluh. Hawking mengubah gagasan lama alam semesta yang tak berubah, dan bisa telah dan terus ada selama-lamanya, di gantikan gagasan alam semesta yang dinamis dan mengembang yang bermula pada waktu tertentu yang sudah lampau dan berakhir pada waktu tertentu kelak. Dalam hal ini   Hawking mengakui adanya keterlibatan campur tangan Tuhan dalam proses penciptaan alam semesta.

Sama halnya dengan konsep waktu, selama ini yang kita tahu adalah waktu selalu bergerak maju. Maka dalam kehidupan nyata tidak pernah kita jumpai pecahan-pecahan gelas mendadak mengumpul dari lantai dan melompat kembali ke atas meja kemudian membentuk gelas yang utuh. Namun ruang waktu lain yang di perkenankan teori relativitas umum, dan memungkinkan perjalanan ke masa lalu sudah di temukan. Salah satunya adalah bagian dalam lubang hitam atau biasa di sebut lubang cacing (wormholes) yang berotasi.

Lubang hitam atau lubang cacing bak ‘jembatan waktu’ yang bisa mengantarkan seseorang ke masa lalu ataupun ke masa depan. Maka kita bisa membayangkan seseorang yang hari ini rumahnya kebakaran kembali ke masa lalunya guna mematikan batang rokok yang ada di kamarnya sehingga tidak akan pernah terjadi kebakaran.

Kemudian apakah "Waktu" ketika kita tidak merujuk pada "Ukuran Waktu"

Itulah saat dimana JaMMati menjadi penting untuk dihidupkan.

sumber: ffugm dan Oase


0 komentar:

Posting Komentar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube